Kansil, Anka Yolanda (2010) PEMENUHAN KEBUTUHAN SOSIAL KARYAWAN DALAM ORGANISASI (STUDI LITERATUR TENTANG PEMENUHAN KEBUTUHAN SOSIAL DAN APLIKASI DALAM ORGANISASI). S1 thesis, UAJY.
0SOS02861.pdf
File Pdf (1MB)
1SOS02861.pdf
File Pdf (204kB)
2SOS02861.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (224kB)
3SOS02861.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (201kB)
4SOS02861.pdf
File Pdf (155kB)
Abstract
Penelitian ini berangkat dari kegiatan internship pada The Jakarta Post
yang melihat program kebutuhan sosial dapat dikesampingkan dan tidak
berkesinambungan. Hal tersebut menimbulkan kekecewaan, sebab program
kebutuhan sosial yang berupa family outing adalah salah satu cara untuk
memenuhi kebutuhan sosial karyawan The Jakarta Post. Maka yang menjadi
rumusan masalah pada studi ini adalah “Mengapa sebuah organisasi perlu
memenuhi kebutuhan sosial karyawannya?. Untuk menganalisis pertanyaan di
atas, penelitian ini menggunakan metode penelitian literatur dan yang menjadi
obyek penelitian adalah organisasi pemerintah dan swasta yang telah melakukan
kegiatan kebutuhan sosial. Kerangka konsep yang digunakan: 1). Organisasi
dalam pengertian tujuan, paradigma dan budaya organisasi; 2). Kebutuhan sosial,
menjelaskan sejarah dan porsi teoritis kebutuhan sosial dalam suatu organisasi; 3).
Karyawan, mengemukakan definisi karyawan sebagai aset hidup dan orientasi
kerja karyawan; 4). Alienasi, menjelaskan bahwa keterasingan mempengaruhi
kreativitas, interaksi dan produktivitas bekerja.
Penelusuran literatur terhadap organisasi pemerintah dan swasta yang telah
menerapkan kebutuhan sosial karyawan dilakukan oleh perusahaan Garuda Food,
Pfizer, Kelompok Kompas Gramedia, The New York Times Company, Unilever,
Toko Gunung Agung dan PT Pembangunan Jaya Ancol. Dalam penelusuran
tersebut ada perbedaan antara organisasi pemerintah dengan swasta dalam
menerapkan kebutuhan sosial karyawannya. Organisasi pemerintah bersifat ritual
dan monoton sedangkan organisasi swasta terlihat inovatif dalam
mengembangkan program kebutuhan sosial. Namun, ketujuh organisasi tersebut
menganut budaya organisasi yang menempatkan manusia sebagai modal utama.
Dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan sosial karyawan yaitu: 1) Alienasi,
keterasingan terhadap pekerjaan dan sesama manusia sehingga kehilangan kontrol
atas kreativitas dan produktivitasnya. 2). Minimnya interaksi yang terjadi di ruang
organisasi. 3) Mempengaruhi produktivitas karyawan sehingga karyawan enggan
dalam bekerja. The Jakarta Post dapat melihat keberhasilan tujuh organisasi yang
telah menerapkan kebutuhan sosial dengan menciptakan lingkungan kerja yang
kondusif bagi karyawan sebab ada hal – hal lain yang tidak bisa diukur dengan
uang. Dengan menciptakan lingkungan kerja menyenangkan yang terdiri dari
rekan kerja yang bersahabat, hubungan interaksi yang dapat menimbulkan suasana
keakraban, bisa diajak bekerjasama, kebebasan berekspresi kreatif dan dapat
diterima dalam kehidupan sosial, organisasi memperlakukan manusia bukan
sebagai mesin.
Dari studi literatur ini dapat disimpulkan bahwa organisasi perlu
memenuhi kebutuhan sosial karyawan karena organisasi tersebut telah
menerapkan paradigma organisasi sebagai organisme. Organisasi yang tidak
memenuhi kebutuhan sosial karyawannya adalah organisasi yang memperlakukan
manusia sebagai robot dan berdampak pada keterasingan, minim interaksi dan
turut mempengaruhi produktivitas karyawan. The Jakarta Post hendaknya
merespon untuk kegiatan kebutuhan sosial yang kreatif, inovatif dan
berkesinambungan seperti yang telah dilakukan oleh ketujuh organisasi tersebut.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Organisasi, Kebutuhan Sosial, Karyawan |
| Subjects: | Sosiologi > Business |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 28 May 2013 14:02 |
| Last Modified: | 28 May 2013 14:02 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/1859 |
