Hokor, Simon Petrus Pati (2010) WUJUD FAIR TRADE DALAM PEMBERDAYAAN PERAJIN HANDICRAFT KECAMATAN PUNDONG KABUPATEN BANTUL OLEH YAYASAN PEKERTI YOGYAKARTA. S1 thesis, UAJY.
0SOS02632.pdf
File Pdf (411kB)
1SOS02632.pdf
File Pdf (127kB)
2SOS02632.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (148kB)
3SOS02632.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (120kB)
4SOS02632.pdf
File Pdf (91kB)
Abstract
Penelitian ini berangkat dari kegiatan internship pada Yayasan Pekerti
Yogyakarta yang melihat program pemberdayaan masyarakat dan advokasi
dengan menggunakan konsep fair trade. Pengertian fair trade secara umum
adalah perdagangan yang berkeadilan. secara mendalam fair trade adalah sebuah
mekanisme kerjasama ekonomi yang berbasiskan dialog, transparansi dan
penghargaan guna membangun keadilan yang lebih besar dalam perdagangan
internasional. Yayasan Pekerti adalah salah satu organisasi sosial masyarakat yang
bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat pengrajin di Kecamatan Pundong
Kabupaten Bantul, mengingat Kecamatan Pundong adalah sentra kerajinan tangan
yang banyak di kunjungi wisatawan. Disisi lain perajin handicraft sering
mendapat perlakuan tidak adil dalam hal pemasaran. Dari hal tersebut maka yang
menjadi rumusan masalah adalah: 1). Apa wujud program Yayasan Pekerti dalam
pemberdayaan perajin handicraft. 2). Apa program Yayasan Pekerti yang sudah
sesuai dengan konsep fair trade?. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui
Apa wujud program Yayasan Pekerti dalam pemberdayaan perajin handicraft. 2).
Mengetahui program Yayasan Pekerti yang sudah sesuai dengan konsep fair
trade.
Dari hasil temuan lapangan diperoleh data bahwa wujud dari fair trade
adalah; 1). wujud program Yayasan Pekerti dalam pemberdayaan perajin
handicraft adalah: pemberian dana awal dan mengadakan pelatihan-pelatihan.
2). Program Yayasan Pekerti yang sudah sesuai dengan konsep fair trade adalah:
terbentuknya akses pasar (market access) dan fair price, perubahan kondisi kerja,
dan pelestarian lingkungan.
Dari kegiatan perwujudan program Yayasan Pekerti pada perajin
handicraft Kecamatan Pundong dengan menggunakan konsep fair trade, dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut: 1). Wujud program Yayasan Pekerti adalah:
pemberian dana awal dan mengadakan pelatihan-pelatihan. 2) Program Yayasan
Pekerti yang sudah sesuai dengan konsep fair trade adalah: terbentuknya akses
pasar (market access) dan fair price, perubahan kondisi kerja, dan pelestarian
lingkungan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fair Trade, Yayasan Pekerti, dan Perajin Handicraft |
| Subjects: | Sosiologi > Business |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 28 May 2013 13:56 |
| Last Modified: | 28 May 2013 13:56 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/1854 |
