Depari, Catharina Dwi Astuti and S., Gregorius Agung (2017) MODEL ADAPTASI ARSITEKTUR HUNIAN DUSUN SRUNEN CANGKRINGAN KAWASAN RAWAN BENCANA MERAPI. UAJY.
TA01.10.789.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (6MB)
Abstract
Wilayah Kabupaten Sleman dan Kotamadya Yogyakarta di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta merupakan bagian dari 32 prioritas nasional yang ditetapkan oleh
Badan Penanggulangan Bencana Nasional untuk memperoleh penanggulangan dampak
bencana sedini mungkin. Kabupaten Sleman memiliki indeks risiko berkategori tinggi
sedangkan Kotamadya Yogyakarta termasuk yang berkategori sedang terhadap hampir
semua jenis bencana alam termasuk erupsi gunung berapi. Ancaman bencana yang
relatif tinggi antara lain disebabkan oleh letak geografis kepulauan Indonesia yang
berada dalam zona ring of fire dan adanya 129 gunung berapi berstatus aktif.
Salah satu alat yang paling efektif untuk mengurangi dampak dan risiko bencana
adalah melakukan penataan terhadap ruang-ruang wilayah di daerah bencana yang
salah satu prinsipnya adalah menjauhkan zona-zona pembangunan dan permukiman
dari sumber-sumber bencana. Meskipun demikian, sebagian besar warga yang telah
tergantung pada potensi alam gunung berapi, bersikeras menolak program-program
reslokasi yang dicanangkan oleh Pemerintah. Warga memilih bertahan tinggal di daerah
bencana dan mempertahankan keberlanjutan hidupnya dengan menyesuaikan setting
ruang huninya dengan karakteristik fisik gunung berapi. Adaptasi yang dilakukan tidak
sekadar untuk meningkatkan ketahanan penghuni terhadap risiko bencan, namun
ditujukan pula untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Beberapa penelitian beusaha
mengungkap upaya modifikasi warga Merapi yang menetap di lokasi hunian sementara
dan hunian tetap terhadap desain tempat tinggalnya, di antaranya dengan
mengembangkan luasan hunian hingga lebih dari 86 m2, memperluas ruang dapur pada
area belakang rumah termasuk penambahan teras. Kajian yang diselenggarakan oleh
Peneliti akan berkonsentrasi pada arsitektur hunian warga Dusun Srunen yang diyakini
memiliki perbedaan karakteristik mengingat keunikan kondisi demografis warga dan
geografis Dusun Srunen yang berlokasi sekitar 5 kilometer dari sumber bencana serta
pengalaman kerusakan yang mencapai 100% setelah peristiwa erupsi tahun 2010.
Dusun Srunen merupakan bagian dari wilayah administratif Desa Glagaharjo,
Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman dan hingga saat ini merupakan komunitas
yang paling resistan menolak program relokasi yang ditawarkan oleh Pemerintah
Nasional dan Daerah.
Penelitian berjudul “Model Adaptasi Arsitektur Hunian Dusun Srunen Cangkringan
Kawasan Rawan Bencana Merapi” bertujuan untuk memahami bagaimana orientasi
pribadi dan perilaku warga Dusun Srunen Desa Glagaharjo terhadap huniannya dalam
merespon karakter fisik dan budaya lingkungan tempat tinggalnya termasuk upaya
pemenuhan terhadap kebutuhan hidupnya saat ini paska erupsi Merapi tahun 2010.
Sedangkan dua sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian adalah mengidentifikasi
model-model pola adaptasi warga terhadap arsitektur huniannya dengan variabel
penelitian berupa jenis ruang, dimensi ruang, organisasi ruang dalam dan hubungan
antar ruang serta faktor-faktor psikologis yang menjelaskan perilaku modifikasi tersebut.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif induktif. Informasi
yang diperoleh, baik dari hasil wawancara maupun hasil pengamatan/observasi di lapangan,
akan digunakan sebagai dasar untuk membangun interpretasi terhadap faktor pengaruh
perilaku adaptasi responden terhadap arsitektur huniannya masing-masing.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | erupsi, karakteristik, model adaptasi, arsitektur hunian, faktor psikologis |
| Subjects: | Arsitektur > Lingkungan Kawasan Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 14 Mar 2019 06:08 |
| Last Modified: | 14 Mar 2019 06:08 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/17596 |
