NOBELLA, MARIA FRANSISCA (2019) PENGARUH VARIASI FLY ASH SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON DENGAN PERLAKUAN CURING AIR LAUT. S1 thesis, UAJY.

Text (HALAMAN JUDUL)
TS159300.pdf

File Pdf (1MB)
Text (BAB I)
TS159301.pdf

File Pdf (275kB)
Text (BAB II)
TS159302.pdf

File Pdf (397kB)
Text (BAB III)
TS159303.pdf

File Pdf (296kB)
Text (BAB IV)
TS159304.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (719kB)
Text (BAB V)
TS159305.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (227kB)
Text (BAB VI)
TS159306.pdf

File Pdf (3MB)

Abstract

Pembangunan bangunan laut dan infrastruktur seperti jembatan, jetties,

pemecah ombak, dan dermaga pasti akan selalu mengalami kontak dengan air laut,

sehingga diperlukan bahan bangunan yang tahan terhadap air laut. Beton menjadi

bahan bangunan yang tepat untuk digunakan di lingkungan agresif, seperti laut.

Pada penelitian ini variasi fly ash yang digunakan sebesar 0%, 5%, 10%,

15%, dan 20 % sebagai bahan substitusi semen. Benda uji yang digunakan berupa

silinder dengan total 54 buah, dimana 36 buah silinder berukuran 150mm x 300mm

untuk pengujian kuat tekan, modulus elastisitas, kuat tarik belah, dan 18 buah

silinder berukuran 100mm x 200mm untuk pengujian kadar penyerapan (absorpsi).

Media curing benda uji adalah air laut dan air tawar sebagai pembanding. Masa

curing seluruh benda uji adalah 28 hari.

Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh substitusi fly ash pada

semen dan perlakuan curing terhadap kuat tekan, modulus elastisitas, kuat tarik

belah, dan kadar penyerapan air pada beton. Kuat tekan beton dengan variasi fly ash

0% yang di- curing dengan air tawar sebesar 25,40 MPa, sedangkan beton dengan

variasi fly ash 0% yang di-curing dengan air laut sebesar 22,48 MPa. Kuat tekan

beton variasi 5%, 10%, 15%, dan 20% didapat 26,61 MPa, 29,4 MPa, 28,50 MPa,

dan 26,63 MPa. Pengujian modulus elastisitas juga memperlihatkan perilaku yang

sama, dimana beton variasi fly ash 0% curing air tawar sebesar 23260,84 MPa lebih

tinggi dibanding beton variasi fly ash 0% curing air laut yang mana sebesar

21517,47 MPa, didapat juga pola yang sama dengan kuat tekan, beton dengan

variasi fly ash 5%, 10%, 15%, dan 20% berturut-turut memiliki nilai modulus

elastisitas sebesar 21627,43 MPa, 23877,79 MPa, 23550,58 MPa, 22671,91 MPa.

Begitu pula dengan nilai kuat tarik belah beton variasi fly ash 0% curing air tawar,

0%, 5%, 10%, 15%, 20% curing air laut, berturut – turut yaitu 2,90 MPa, 2,49 MPa,

2,63 MPa, 3,04 Mpa, 2,64 MPa, 2,53 MPa. Dari pengujian kuat tekan, modulus

elastisitas, dan kuat tarik belah didapat nilai maksimum pada variasi fly ash 10%.

Hasil pengujian kadar penyerapan juga menunjukan perilaku yang sama dimana

nilai kadar penyerapan terkecil, terjadi pada beton dengan variasi fly ash 10%, yakni

sebesar 0,17% untuk durasi perendaman 10,5 menit dan 0,68% untuk durasi

perendaman 24 jam.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Curing, air laut, fly ash, kuat tekan, modulus elastisitas, kuat tarik belah, kadar penyerapan air.
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 14 Mar 2019 02:24
Last Modified: 14 Mar 2019 02:24
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/17538

Actions (login required)

View Item
View Item