CORBAFO, SALINA HANJAN (2018) MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN USAHA Penelitian Tentang Modal Sosial Dalam Usaha Perkumpulan Milas di Daerah Prawirotaman-Yogyakarta). S1 thesis, UAJY.

Text
SOS05208.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (5MB)

Abstract

Penelitian dalam skripsi ini membahas mengenai modal sosial dalam
pengembangan usaha Perkumpulan Milas. Konsep mengacu pada modal sosial yang
dikemukakan oleh Robert Putnam (Guntoro, 2009:35). Penelitian ini, melihat keberadaan
modal sosial di kelompok Milas, mengetahui dan memahami peran modal sosial dalam
pengembangan usaha oleh kelompok Milas. Modal sosial memiliki pengaruh pada
pengembangan usaha, karena manusia (orang) menggunakan potensi yang ada dalam
jaringan untuk mengelola produk atau menghasilkan bahan mentah, melakukan promosi
usaha dan juga memanfaatkan relasi dan trust untuk meningkatkan keterampilan dan
kapasitas tenaga kerja dalam organisasi. Selain menghemat tenaga dan pikiran, modal
sosial membantu organisasi mengontrol pengeluaran biaya untuk kegiatan operasional,
memfasilitasi tindakan bersama dan menurunkan perilaku individualistik.
Hasil analisis Skripsi ini menemukan empat wujud modal sosial yaitu (1)
Jaringan merupakan wadah untuk kegiatan organisasi, individu, ataupun kelompok yang
memiliki visi dan misi yang sama. Wujud dalam suatu jaringan berupa a) asosiasi guru,
b) komunitas pertanian organik, c) pengrajin, dan d) komunitas peduli pada lingkungan
yang bersifat fomal maupun informal. (2), norma sebagai wujud modal sosial dalam
Perkumpulan Milas tidak mempunyai aturan tertulis yang cukup banyak mengatur,
sehingga ada unsur fleksibilitas yang dalam setiap relasi yang telah dibuat dan disepakati
bersama. (3), wujud respirokal yang tampak dalam modal sosial Perkumpulan Milas
adalah solidaritas yang berarti saling membantu satu sama lain. (4), kepercayaan yang
merupakan salah satu modal sosial Milas, diwujudkan dengan cara transparansi keuangan
(pengeluaran dan pendapatan) secara detail dan rutin kepada seluruh anggota Milas.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan adanya peran modal sosial terhadap
pengembangan usaha milik Perkumpulan Milas. Pengembangan usaha Milas pada
dasarnya ditentukan oleh cara kerja sama manajemen melalui kemitraan. Milas
memanfaatkan modal sosial seperti kepercayaan, solidaritas, partisipasi dan kerjasama
jaringan untuk mengembangkan usaha Milas seperti produksi, pemasaran, permodalan
dan sumber daya manusia.
Dalam reflkesi teori, Putnam menyebutkan bahwa modal sosial sebagai
kepercayaan dan nilai yang bersifat resiprokal. Sifat resiprokal penting karena tidak
hanya menguntungkan satu individu saja, tetapi semua orang yang terlibat dalam
organisasi. Keterlibatan individu bermodal sosial berbeda dengan partisipasi dalam
sebuah perusahaan. Individu-individu sebagai subyek kemajuan bukan semata-mata
obyek dari kepentingan pemilik organisasi. Melalui bentuk organisasi yang lebih egaliter,
individu-individu merasa dirinya penting dalam organisasi. Perlu juga dicatat bahwa
tidaklah mudah untuk membangun modal sosial dalam kehidupan organisasi. Perlu
membangun norma-norma yang disepakati bersama. Membangun norma-norma yang
disepakati tidaklah hanya berupa aturan-aturan tetapi muncul dari praktek organisasi
dimana semua individu yang terlibat menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebagai
pencetus norma.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Robert Putnam, Modal sosial, jaringan, kepercayaan, norma, resiprositas, pengembangan usaha, produksi, sumber daya manusia, pemasaran, permodalan.
Subjects: Sosiologi > Media
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Date Deposited: 08 Mar 2019 04:14
Last Modified: 08 Mar 2019 04:14
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/17385

Actions (login required)

View Item
View Item