Kerans, F. Fiano Anthony (2010) OPTIMALISASI LAMA WAKTU MASERASI DAN VOLUME METANOL TERHADAPAKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK Padina sp (Linn.) PADA Klebsiella pneumoniae MGH 78578, Staphylococcus aureus SNCC 0047, DAN Bacillus subtilis SNCC 0061. S1 thesis, UAJY.
0BL00988.pdf
File Pdf (1MB)
1BL00988.pdf
File Pdf (135kB)
2BL00988.pdf
File Pdf (400kB)
3BL00988.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (186kB)
4BL00988.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (776kB)
5BL00988.pdf
File Pdf (2MB)
Abstract
Padina sp merupakan rumput laut yang berasal dari kelas Phaeophyta
(rumput laut coklat) yang memiliki banyak kegunaan. Selain telah dimanfaatkan
dalam pembuatan pupuk dan bahan pangan, berpotensi sebagai antimikrobia
karena mengandung senyawa bioaktif diantaranya 1,4-Naphthoquinone dan
triterpenoid. Penelitian tentang uji antimikrobia dari ekstrak Padina sp ini
bertujuan untuk mengetahui lama waktu maserasi dan volume metanol yang
optimum untuk memperoleh ekstrak Padina sp sehingga efektif dalam
menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan
Bacillus subtilis, membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak Padina sp dengan
penisilin dan ampisilin, serta mengetahui sifat antimikrobia ekstrak Padina sp.
Senyawa antimikrobia dalam Padina sp diekstrak dengan cara maserasi. Larutan
ekstrak Padina sp yang dimaserasi dibedakan dalam dua jenis perlakuan yaitu
perlakuan waktu maserasi dan volume metanol. Pada perlakuan waktu maserasi,
sampel dimaserasi selama 1, 2, dan 3 hari, sedangkan pada perlakuan volume
metanol sebagai pengekstrak digunakan volume 50 ml (1:2), 100 ml (1:4), dan
150 ml (1:6). Uji aktivitas antimikrobia menggunakan metode difusi yaitu dengan
mengukur luas zona penghambatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak
Padina sp dengan perlakuan maserasi selama 1 hari dan perbandingan volume
metanol 1:6 dapat menghambat Staphylococcus aureus dengan rata-rata luas zona
hambat 0,0900 cm2, dan ekstrak Padina sp dengan perlakuan maserasi selama 2
hari dan perbandingan volume metanol 1:4 optimum dalam menghambat Bacillus
subtilis dengan rata-rata luas zona hambat 0,2344 cm2, sedangkan ekstrak Padina
sp dengan perlakuan maserasi selama 1 hari dan perbandingan volume metanol
1:4 optimum dalam menghambat Klebsiella pneumoniae dengan rata-rata luas
zona hambat 0,0279 cm2. Hasil aktivitas antibakteri ekstrak Padina sp yang
optimum terhadap Staphylococcus aureus lebih lemah jika dibandingkan dengan
daya hambat penisilin (3,9490 cm2) dan ampisilin (3,8955 cm2) terhadap
Staphylococcus aureus. Namun aktivitas antibakteri ekstrak Padina sp
menghasilkan daya hambat yang setara dengan ampisilin (0,4191 cm2) dan
penisilin (0,4776 cm2) dalam menghambat Bacillus subtilis, serta setara dengan
daya hambat penisilin (0,0020 cm2) dan ampisilin (0,0040 cm2) dalam
menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumoniae. Tipe penghambatan dari
ekstrak Padina sp adalah bakteriolitik.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Industri |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 27 May 2013 09:55 |
| Last Modified: | 27 May 2013 09:55 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/1716 |
