PASARIBU, HOKMEN JUANDA (2018) Politik Hukum Terhadap Dinamika Kewenangan Lembaga Peradilan Dan Arbitrase Dalam Penyelesaian Sengketa Perdagangan Antara Ny. Siti Hardiyanti Rukmana Dengan Pt.Berkah Karya Bersama Dan Pt. Cipta Televisi Republik Indonesia. S2 thesis, UAJY.
MIH025520.pdf
File Pdf (532kB)
MIH025521.pdf
File Pdf (365kB)
MIH025522.pdf
File Pdf (519kB)
MIH025523.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (223kB)
MIH025524.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (469kB)
MIH025525.pdf
File Pdf (349kB)
Abstract
Dalam penulisan ini, penulis mengambil judul Politik Hukum Terhadap Dinamika
Kewenangan Lembaga Peradilan Dan Arbitrase Dalam Penyelesaian Sengketa
Perdagangan Antara Ny. Siti Hardiyanti Rukmana Dengan Pt.Berkah Karya
Bersama Dan Pt. Cipta Televisi Republik Indonesia. Adapun tujuan penelitian
dari penulisan ini, yaitu Untuk mengetahui dan mengkaji Apakah ada
ketidakjelasan hukum yang menyebabkan dinamika penafsiran yang berbeda -
beda antara kewenangan Pengadilan Negeri dan Arbitrase dan Untuk mengetahui
dan mengkaji Politik Hukum kedepan agar ada kepastian hukum tentang
kewenangan Pengadilan Negeri dan Arbitrase dalam sengketa perdagangan. Jenis
penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian normatif.
Penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang berfokus pada norma
hukum positif.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pendekatan
politik hukum. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder
yang terdiri dari bahan hukum primeir dan bahan hukum sekunder.Penelitian
hukum ini menarik kesimpulan dengan metode berfikir deduktif, yang yang bearti
suatu metode berpikir yang dimulai dan diawali dari proposisi yang bersifat
umum yang telah diakui kebenarannya dan diakhiri dengan suatu kesimpulan
yang khusus. Kesimpulan dalam pembahasan penelitian ini yaitu Kewenangan
Pengadilan Negeri dan Arbitrase dalam Undang – Undang Nomor 30 Tahun 1999
tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa secara tekstual tidak ada
ketidakjelasan hukum, namun dalam praktek menimbulkan penafsiran yang
berbeda-beda, apakah Klausula Abitrase boleh mengesampingkan Pasal dalam
Undang – Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif
Penyelesaian Sengketa. Politik hukum dalam menanggulangi/mangantisipasi
beberapa hal yang belum diatur dalam Undang – Undang Nomor 30 Tahun 1999
tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa adalah Dalam Pasal 9
Undang – Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif
Penyelesaian Sengketa diatur tentang Perjanjian Arbitrase/Klausula Arbitrase
dapat mengesampingkan Pasal dalam Undang – Undang Nomor 30 Tahun 1999
tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, akan tetapi Perjanjian
Arbitrase/Klausula Arbitrase tidak boleh mengesampingkan Pasal Esensial, dan
Pasal Esensial yaitu Pasal 3,5,7,9,11,70,71,72 Undang – Undang Nomor 30 Tahun
1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa dan Pasal 11 tentang
tentang akibat hukum bagi Para pihak yang tidak beritikad baik selama
berjalannya arbitrase sampai putusan arbitrase dan eksekusi putusan arbitrase..
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Arbitrase, Sengketa Perdagangan, Lembaga Peradilan |
| Subjects: | Magister Ilmu Hukum > Hukum Bisnis |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Ilmu Hukum |
| Date Deposited: | 21 Feb 2019 01:44 |
| Last Modified: | 21 Feb 2019 01:44 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/16880 |
