Adhyatmoko, Vidyatomo (2011) STRATEGI PASAR HARIAN JOGJA EXPRESS DALAM BUDAYA PATRIAKI. S1 thesis, UAJY.

[thumbnail of Halaman Judul]
Preview
Text (Halaman Judul)
0SOS03033.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab I]
Preview
Text (Bab I)
1SOS03033.pdf

Download (134kB) | Preview
[thumbnail of Bab II]
Preview
Text (Bab II)
2SOS03033.pdf

Download (126kB) | Preview
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
3SOS03033.pdf
Restricted to Registered users only

Download (239kB)
[thumbnail of Bab IV]
Preview
Text (Bab IV)
4SOS03033.pdf

Download (126kB) | Preview

Abstract

Media massa, baik itu media elektronik maupun cetak selalu berusaha memberikan
informasi kepada masyarakat luas. Akan tetapi, disamping mereka sebagai lembaga yang
menyampaikan informasi, media massa juga membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan
hidup pemilik perusahaan maupun para karyawannya. Mereka melakukan berbagai cara untuk
memenuhi kebutuhan ekonomi tersebut. Untuk dapat mencapai tujuan ekonominya tersebut, para
pengusa media melakukan strategi pasar yang beraneka ragam, salah satunya adalah dengan
menampilkan berita mengenai artis perempuan seperti yang dilakukan oleh Harian Jogja
Express. Mereka menempatkan berita mengenai kehidupan artis pada halaman depan koran
mereka.
Dari temuan itulah penulis akan meneliti lebih jauh mengenai alasan mereka
menggunakan strategi pasar dengan menempatkan artis perempuan pada halaman depan koran
mereka. Penulis juga akan menggunakan beberapa konsep, diantaranya adalah konsep
kecantikan, pers atau media massa, budaya patriaki, strategi pasar serta kapitalisme. Dengan
menghadirkan beberapa konsep tersebut, penulis mencoba menganalisis kebijakan yang
dilakukan oleh mereka.
Berdasarkan temuan masalah serta data-data dan argument yang didapatkan selama
melakukan penelitian di Harian Jogja, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa mereka selalu
menggunakan artis perempuan untuk mengisi kolom hiburan pada halaman depan Harian Jogja
Expess dikarenakan untuk meningkatkan pendapatan koran mereka. Mereka selalu beranggapan
bahwa dengan menampilkan sosok artis perempuan maka akan mengundang perhatian dari para
calon konsumen. Selain itu, mereka menggukan artis perempuan dikarenakan seluruh staff yang
bekerja di sana terbawa dalam budaya patriaki di mana pada akhirnya perempuan selalu
dijadikan objek tontonan laki-laki. Budaya patriaki yang berkembang di masyarakat juga
dimanfaatkan oleh Harian Jogja demi memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Strategi Pasar, Perempuan, Patriaki
Subjects: Sosiologi > Business
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 21 May 2013 13:58
Last Modified: 21 May 2013 13:58
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/1598

Actions (login required)

View Item
View Item