Yudiman, Fadli Maula (2018) PENGARUH PENYEMPITAN JALAN (BOTTLENECK) TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS PADA RUAS JALAN KOTA BANTUL – SRANDAKAN KM 2,8 PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. S2 thesis, UAJY.
MTS020850.pdf
Download (1MB)
MTS020851.pdf
Download (306kB)
MTS020852.pdf
Download (175kB)
MTS020853.pdf
Download (531kB)
MTS020854.pdf
Restricted to Registered users only
Download (346kB)
MTS020855.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
MTS020856.pdf
Download (470kB)
Abstract
Permasalahan terkait kepadatan arus lalu lintas ini menjadi salah satu
masalah yang harus segera ditangani dikarenakan permasalahan kepadatan arus
lalu lintas tidak terjadi di ibukota saja, melainkan sudah mulai terjadi di kota-kota
besar lainnya, salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Ruas Jalan Kota
Bantul – Srandakan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah merupakan
salah satu ruas penghubung dari kota Bantul menuju Srandakan, sehingga jumlah
kendaraan yang melintasi ruas tersebut sangat padat pada jam-jam sibuk.
Ditambah lagi pada ruas tersebut terdapat penyempitan jalan (BottleNeck) yang
secara langsung mempengaruhi kecepatan pengguna jalan sehingga
mengakibatkan kepadatan arus lalulintas. Perubahan pada ruas jalan yang tiba-tiba
menyempit (BottleNeck) mempunyai pengaruh terhadap hubungan antara
kecepatan, aliran dan kerapatan.
Dari hasil penelitian ini diketahui Penyempitan jalan berpengaruh pada
nilai kapasitas yaitu sebesar, Ruas I (lebar jalan 11 meter) nilai Kapasitas (C) =
2.356,63 smp/jam dan Ruas II (lebar jalan 6 meter) nilai Kapasitas (C) = 2.371,62
smp/jam. Selisih nilai kapasitas Ruas I dan Ruas II sebesar = 14,99 smp/jam.
Sedangkan volume maksimal dari Ruas I dan Ruas II, yaitu untuk Arah ke-Bantul
Ruas I = 14.067,59 smp/jam, Ruas II = 31.335,63 smp/jam dengan selisih =
17.268,04 smp/jam. Pada arah ke-Srandakan Ruas I = 21.026,01 smp/jam, Ruas II
= 32.258,52 smp/jam dengan selisih = 11.232,51 smp/jam.
Nilai kapasitas secara empiris yang lazim untuk tipe jalan 2/2 UD adalah
berkisar 2.900 smp/jam (MKJI 1997) itu artinya jalan ruas II yang mengalami
penyempitan nilai kapasitas lebih besar 14,99 smp/jam atau 0,67 %. Hubungan
arus lalulintas pada lokasi studi diantara tiga model (Greenshield, Greenberg, dan
Underwood) yang paling sesuai yaitu model hubungan linier Greenshield.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyempitan Jalan, Bottle Neck , Kapasitas |
| Subjects: | Magister Teknik Sipil > Transportasi |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Teknik Sipil |
| Depositing User: | Editor UAJY |
| Date Deposited: | 09 Aug 2018 07:47 |
| Last Modified: | 09 Aug 2018 07:47 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/15419 |
