Mranani, Putri Alit (2011) MULTIKULTUR DALAM RANGKAIAN FOTO PENDIDIKAN SENI ALTERNATIF (Analisis Semiotika Roland Barthes mengenai Representasi Multikultur dalam R. S1 thesis, UAJY.
0KOM02688.pdf
File Pdf (16MB)
1KOM02688.pdf
File Pdf (5MB)
2KOM02688.pdf
File Pdf (105kB)
3KOM02688.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (27MB)
4KOM02688.pdf
File Pdf (127kB)
Abstract
Konflik di Indonesia pasca orde baru semakin meresahkan perpecahan atau disintegrasi
bangsa. Pada masa-masa itu media massa terus menerus diwarnai oleh berita konflik yang
kebanyakan berakhir dengan tindakan destruktif atau penghancuran. Serasa konflik dan
kekerasan sebagai sesuatu yang layak dijual di media massa, walau hal tersebut mengkhwatirkan
keutuhan bangsa. Muncullah sebuah media massa cetak berupa majalah yang peduli dengan adat
dan tadisi Nusantara. Majalah Gong seakan memberikan wawasan baru untuk memahami
Indonesia sebagai negara yang kaya akan adat dan budaya, yang kesemuanya itu dapat membuat
kita bersatu, bukan membeda-bedakan. Gerakan yang dibawa oleh Majalah ini adalah wacana
yang sedang santer dibicarakan dunia Internasional yaitu Multikultur. Peneliti tertarik untuk
meneliti bagaimana Multikultur direpresentasikan melalui salah satu rubrik yang terdapat di
Majalah Gong yaitu Rubrik Bingkai.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi dokumentasi. Data yang
digunakan adalah dokumen resmi, yaitu bahan-bahan informasi seperti majalah, koran, dan
berita-berita yang disiarkan di media massa lainnya. Sumber data utama penelitian ini adalah
Majalah Gong edisi No 70/VII/2005. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika
Rolan Barthes di mana ada dua tahap signifikasi(denotasi dan konotasi) yang dilalui untuk
menemukan mitos dan ideologi yang diusung. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 4 mitos
yang ditemukan dalam rangakaian foto Pendidikan Seni Alternatif (yang terdapat 6 buah foto).
Keempat mitos itu adalah ; 1. Persatuan; 2. Cinta Budaya Nusantara; 3. Apresiasi; 4.
Perdamaian. Pada penelitian ini ideologi yang diusung dan diyakini oleh peneliti adalah
Multikulturalisme. Sedangkan multikultur dalam penelitian ini direpresentasikan dengan
Pendidikan Seni Nusantara.
Dari seluruh penelitian ini, peneliti mengajukan beberapa saran, sebagai berikut : 1. Bagi
penelitian selanjutnya, penelitian ini dirasa kurangtepat karena menggunakan semiotika Roland
Barthes dimana kritik terhadap ideologi menjadi fokus bahasan. Sementara referensi yang di
dapat oleh peneliti belum ada yang mengatakan bahwa multikulturalisme adalah sebuah ideologi.
Dengan demikian dalam penelitian selanjutnya ada baiknya jika menggunakan metode semiotika
yang lain atau jika menemukan referensi yang mengarak pada Multikultur sebagai sebuah
ideologi, maka penelitian ini akan semakin lebih baik. 2. Bagi pemerhati media, ada baiknya jika
media massa seperti Majalah Gong tetap ada untuk memberi ruang bagi gerakan
multikulturalisme, sehingga ada kedudukan yang setara antara mayoritas dan minoritas.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi > Jurnalisme |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Date Deposited: | 16 May 2013 13:15 |
| Last Modified: | 16 May 2013 13:15 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/1479 |
