Putri, Leonardia Acynthia (2011) CULTURE JAMMING VS POPULAR CULTURE. S1 thesis, UAJY.
0KOM02681.pdf
File Pdf (2MB)
1KOM02681.pdf
File Pdf (3MB)
2KOM02681.pdf
File Pdf (3MB)
3KOM02681.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (23MB)
4KOM02681.pdf
File Pdf (108kB)
Abstract
Periklanan dikritik sebagai adalah salah satu manifestasi dari popular culture yang menciptakan
suatu keseragaman dalam benak masyarakat dan stereotype yang sempit. Adbusters, sebuah organisasi
Culture Jamming, mengkritik keras periklanan dan popular culture sebab masyarakat menjadi terdorong
untuk mengkonsumsi segala sesuatu secara berlebihan. Adbusters juga mengkritik alur informasi media
massa yang menguntungkan kapitalisme karena dikuasai oleh pihak-pihak tertentu yang dominan dan
berkuasa. Peneliti tertarik untuk meneliti perkembangan Adbusters hingga tahun 2010, terutama melalui
data-data yang diperoleh dari situs online organisasi tersebut.
Penelitian dilakukan dengan metode studi dokumenter dan studi pustaka. Data yang digunakan
adalah dokumen resmi eksteren, yaitu bahan-bahan informasi seperti majalah, bulletin dan berita-berita
yang disiarkan di media massa. Sumber data utama penelitian ini adalah situs online resmi milik
Adbusters dan sumber lain sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan
penggunaan media Adbusters semakin terintegrasi dan serupa dengan penggunaan media periklanan. Hal
tersebut dikarenakan target audience Adbusters familiar dengan media-media mainstream. Sementara
itu aktivitas dan isu yang dikomunikasikan Adbusters semakin mengikuti perkembangan zaman dengan
adanya kampanye di dunia maya. Sesuai dengan Teori Hegemoni Media dan Teori Media Ekonomi
Politik, Adbusters memandang media massa telah dikuasai kaum dominan sehingga secara tidak sadar
masyarakat pun mengikuti kultur, gaya hidup dan cara pikir kaum dominan. Adbusters ingin
memberikan suatu alternatif cara piker pada masyarakat untuk mengubah ideologi sekarang yang
menguntungkan kapitalisme serta popular culture dan menindas kaum-kaum lemah. Tak hanya melalui
perang visual, Adbusters juga menggunakan strategi perang ideologi dan membuat gerakan di mana
masyarakat dapat mengadaptasi perilaku baru untuk menciptakan kultur baru menggantikan popular
culture.
Dari seluruh penelitian ini, peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Bagi Adbusters, untuk lebih banyak membuat gerakan nyata yang dapat melibatkan kerjasama banyak
orang dalam suatu kegiatan berdampak positif seperti kampanye Blackspot yang sudah dilakukan
Adbusters.
2. Bagi penelitian selanjutnya dengan topik serupa, agar penelitian dapat lebih mendalam, sumber data
diperluas tidak hanya dari situs online. Adanya data wawancara langsung dengan pihak Adbusters juga
dapat menyempurnakan data. Selain itu organisasi maupun tokoh individu Culture Jamming selain
Adbusters juga menarik untuk dijadikan pembanding dalam penelitian berikutnya yang lebih mendalam.
3. Penggunaan media oleh Adbusters yang berkembang dan menyesuaikan perilaku target audience
mungkin dapat diadaptasi secukupnya oleh organisasi lokal Indonesia seperti Taring Padi yang ingin
menegakkan keadilan sosial dan mengkritik sistem politik yang buruk. Tak hanya menyuarakan kritik,
tapi Taring Padi juga dapat membuat gerakan yang dapat diadaptasi masyarakat untuk mengubah kultur
sosial yang buruk.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi > Advertising |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Date Deposited: | 16 May 2013 13:09 |
| Last Modified: | 16 May 2013 13:09 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/1475 |
