LARASATI, GISELA PUTRI (2017) MUSEUM GEMPA BUMI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI DANIEL LIBESKIND DI BANTUL. S1 thesis, UAJY.
TA14304.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (19MB)
Abstract
Bencana gempa bumi rawan terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gempa bumi sering terjadi di DI Yogyakarta, diantaranya gempa bumi tahun 1867,
1943 dan 2006. Masyarakat DI Yogyakarta rentan terhadap dampak bencana gempa
bumi yaitu kerusakan bangunan, korban jiwa dan psikologis. Fasilitas yang sesuai
perlu dibangun untuk mengatasi dampak gempa bumi. Masyarakat Yogyakarta tidak
dapat terlepas dari kenangan gempa bumi tahun 2006 yang berpusat di Bantul.
Museum Gempa Bumi di Bantul dapat mengurangi dampak psikologis korban bencana
gempa bumi dengan membangkitkan kenangan peristiwa gempa bumi tahun 2006 dan
menampilkan dampak akibat bencana gempa bumi melalui koleksi dokumentasi
sehingga mental masyarakat lebih siap menghadapi dampak gempa bumi selanjutnya.
Di sisi lain, Museum Gempa Bumi menjadi sarana edukasi gempa bumi tektonik oleh
Stasiun Geofisika Yogyakarta dan mendukung kegiatan rekreasi.
Museum Gempa Bumi di Bantul dirancang dengan pendekatan Arsitektur
Dekonstruksi Daniel Libeskind yang menampilkan karakter eksploratif. Museum
Gempa Bumi dapat membangkitkan kenangan kedahsyatan gempa bumi 27 Mei 2006
di Bantul melalui tampilan dan suasana ruang. Karakter eksploratif berpotensi
mendorong pengunjung untuk mengenal gempa bumi dengan menjelajahi museum
dan membangkitkan kenangan dengan suasana yang tercipta. Arsitektur Dekonstruksi
Daniel Libeskind menawarkan keragaman bentuk konfigurasi yang eksploratif.
Museum Gempa Bumi diharapkan mampu memberikan kenangan tersendiri bagi
masyarakat di Bantul melalui ekspresi bangunan dan interior.
Metode studi meliputi metode pengumpulan data berupa studi pustaka dan
analisis arsitektural. Studi pustaka dilakukan dengan pengumpulan data sekunder
meliputi literatur berupa buku, jurnal, majalah maupun sumber tertulis di internet. Data
yang dikumpulkan terkait museum gempa bumi dan pendekatan Arsitektur
Dekonstruksi Daniel Libeskind. Analisis arsitektural dilakukan melalui gambar-gambar.
Gambar-gambar rancangan dari tiga museum gempa bumi dibandingkan kemudian
ditarik kesimpulan untuk penyelesaian masalah tipologi museum gempa bumi.
Gambar-gambar rancangan dari tiga karya Daniel Libeskind dibandingkan kemudian
ditarik kesimpulan berupa prinsip-prinsip yang digunakan untuk penyelesaian masalah
desain ekspresi bangunan dan interior.
Paper ini dapat menyediakan konsep fasilitas Museum Gempa Bumi di Bantul
dengan ekspresi bangunan dan interior yang eksporatif melalui pendekatan Arsitektur
Dekonstruksi Daniel Libeskind. Perancangan ekspresi bangunan dan interior Museum
Gempa Bumi menerapkan karakteristik karya arsitektur Daniel Libeskind. Pengolahan
ekspresi bangunan meliputi bentuk massa, warna, dan tekstur. Pengolahan interior
meliputi hubungan antar ruang, pola sirkulasi, dan bentuk ruang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Museum Gempa Bumi, eksploratif, Arsitektur Dekonstruksi |
| Subjects: | Arsitektur > Bangunan Arsitektural Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 09 May 2018 13:21 |
| Last Modified: | 09 May 2018 13:21 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/14689 |
