HARIATI, YANNY (2012) HUBUNGAN DAYA TARIK IKLAN TELEVISI DENGAN MINAT BELI PRODUK. S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0KOM03528.pdf

File Pdf (398kB)
Text (Bab I)
1KOM03528.pdf

File Pdf (244kB)
Text (Bab II)
2KOM03528.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (298kB)
Text (Bab III)
3KOM03528.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (308kB)
Text (Bab IV)
4KOM03528.pdf

File Pdf (177kB)

Abstract

Persaingan yang ketat terjadi pada operator telekomunikasi seluler di Indonesia. Fenomena
perang tarif murah dan memberikan layanan terbaik oleh operator seluler semakin gencar
dilandasi oleh pengguna telepon seluler di Indonesia mengalami peningkatan tiap tahunnya.
Sebagian perusahaan lebih memilih untuk beriklan di media televisi sebagai alternatif
periklanan yang dianggap menarik dan efektif. Telkomsel merupakan salah satu perusahaan
seluler yang cukup sering menampilkan produk-produk selulernya dilayar kaca. Hal ini
terlihat pada besarnya biaya iklan yang dikeluarkan Telkomsel yang mencapai 1,4 triliun
rupiah. Akan tetapi, biaya yang dikeluarkan terbilang banyak karena Telkomsel memiliki tiga
produk. Salah satunya Kartu AS yang pangsa pasara anak muda menjadi produk andalan
Telkomsel, beberapa iklannya diluncurkan. Iklan yang terkenal dengan kalimat „aku nggak
punya pulsa‟, menjadi salah satu iklan andalan dari produk kartu AS Telkomsel. Sutisna
(2001:278) mengungkapkan dalam penampilan pesan yang mampu membujuk,
membangkitkan dan mempertahankan ingatan konsumen akan produk yang ditawarkan,
memerlukan daya tarik bagi audiens sasaran, daya tarik sangat penting karena akan
meningkatkan keberhasilan komunikasi dengan audiens. Daya tarik dapat diklasifikasikan
menjadi dua yaitu rational appeals dan emotional appeals. Seperti halnya yang terjadi pada
Kartu AS yang berusaha mempromosikan produknya dengan menarik konsumen melalui
iklan yang melibatkan rational appeals dan emotional appeals audiens dalam iklan, sebagai
salah satu usaha untuk melakukan peningkatan penjualan terhadap produknya, diharap
menggugah minat beli produk pada konsumen. Untuk melihat hubungan daya tarik iklan
dengan minat beli produk maka diukur berdasarkan indikator rational appeals dan emotional
appeals, serta kelompok referensi sebagai variabel kontrolnya. Variabel kontrol digunakan
untuk melihat adanya faktor-faktor lain yang mempengaruhi daya tarik iklan dengan minat
beli produk, dimana kelompok referensi merupakan kelompok yang dapat memberikan
pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang (Kotler,
1994:234). Pengukuran ini menggunakan metode kuantitatif, dengan kuisioner sebagai alat
ukurnya. Variabel daya tarik iklan di telivisi dan minat beli produk dikorelasikan dengan
perolehan korelasi sebesar 0,275 masuk dalam kategori lemah, dapat disimpulkan bahwa nilai
korelasi antara variabel daya tarik iklan televisi dengan minat beli produk termasuk kategori
lemah. Signifikansi yang ditunjukkan pada tabel tersebut sebesar 0,011 dengan demikian
terdapat hubungan signifikansi antara variabel X dan variabel Y. Nilai korelasi antara
hubungan daya tarik iklan televisi dan minat beli produk dengan kelompok referensi sebagai
variabel kontrol 0,201 yang menandakan hubungan sangat lemah. Kesimpulannya ketika
minat beli dengan daya tarik dikontrol variabel kelompok referensi maka nilai korelasi daya
tarik iklan televisi dan minat beli produk tidak signifikan, tetapi jika tidak di kontrol dengan
variabel kelompok referensi hubungan antar variabel kedua variabel signifikan. Variabel
kelompok referensi berdasarkan perhitungan ternyata memiliki korelasi yang lebih besar
terhadap minat beli dibandingkan daya tarik dengan minat beli.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: rational appeals, emotional appeals, minat beli produk
Subjects: Komunikasi > Advertising
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Date Deposited: 01 May 2013 11:31
Last Modified: 01 May 2013 11:31
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/1208

Actions (login required)

View Item
View Item