Trisnawati, . (2012) SUARA MERDEKA DALAM PEMBERITAAN KERUSUHAN TEMANGGUNG FEBRUARI 2011 (Analisis Framing Pemberitaan Kerusuhan Temanggung dalam Surat Kabar Ha. S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0KOM03373.pdf

File Pdf (497kB)
Text (Bab I)
1KOM03373.pdf

File Pdf (209kB)
Text (Bab II)
2KOM03373.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (192kB)
Text (Bab III)
3KOM03373.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (840kB)
Text (Bab IV)
4KOM03373.pdf

File Pdf (3MB)

Abstract

Indonesia terdiri dari masyarakat yang beragam, budaya, suku, bahasa dan agama.
Keberagaman inilah yang membentuk suatu tatanan sosial antara kelompok masyarakat satu
dengan yang lainnya. Dalam prakteknya, kehidupan sosial masyarakat Indonesia tidak jauh dari
adanya konflik, selalu ada pertentangan, perdebatan antara satu kelompok masyarakat dengan
kelompok
lainnya. Manusia memiliki perbedaan jenis kelamin, strata sosial dan ekonomi, sistem hukum,
bangsa, suku, agama, kepercayaan, aliran politik serta budaya dan tujuan hidupnya. Perbedaan
inilah yang selalu menimbulkan konflik. Di Indonesia, konflik sudah menjadi hal yang tak asing
lagi dan cukup menarik perhatian berbagai media, karena telah menjadi konsumsi publik dan
media tidak akan lepas untuk memberitakannya. Artinya, segala informasi dan pengetahuan
masyarakat terhadap kerusuhan berbau penistaan agama (termasuk peraturan undang-undang
yang terkait di dalamnya) diperoleh dari pemberitaan media massa yang pada kenyataannya sarat
dengan berbagai kepentingan karena setiap media massa memiliki sudut pandang dan
menggunakan kerangka berpikir (frame) yang berbeda-beda dalam memahami sebuah realitas
sosial. Salah satu kasus kerusuhan yang terjadi di Temanggung cukup ramai diberitakan di media
tanah air, yaitu mengenai kasus penistaan terhadap agama Islam dan Kristiani yang terjadi pada
Februari 2011. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan SKH Suara Merdeka (SM) sebagai
sumber data. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian analisis isi kualitatif yang bertujuan
untuk melihat proses konstruksi realitas yang dilakukan media massa, dengan mengamati
perangkat framing yang digunakan Suara Merdeka dalam memberitakan kasus kerusuhan di
Temanggung pada Februari 2011. Peneliti menggunakan sumber data berupa berita-berita yang
dimuat di rubik headline Suara Merdeka periode 9-16 Februari 2011. Analisis yang dilakukan
pada penelitian ini meliputi level teks dan konteks. Pada level teks dilakukan analisis untuk
mengetahui frame pada setiap berita yang menjadi obyek penelitian. Pada level konteks dengan
melakukan wawancara dengan institusi (analisis level konteks), untuk menjawab pertanyaan dan
hasil yang didapat dari hasil pada level teks. Dengan menggunakan metode analisis framing
perangkat William A Gamson dan Andre Modigliani. Pada akhirnya hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa SM memberitakan kasus kerusuhan di Temanggung sebagai peristiwa yang
kurang mendapat perhatian dari pemerintah, dan belum tersentuh hingga ke akar
permasalahannya, sehingga kasusnya berulang kali terjadi di tanah air. SM memberitakan kritik
terhadap pemerintah dan jajaran keamanan terkait penanganan masalah-masalah penodaan
agama sebagai representasi dari pendapat masyarakat. Namun, SM kurang memberi tempat
terhadap berita-berita kerusuhan berbau penistaan agama dibandingkan berita-berita lainnya,
seperti masalah politik dan ekonomi, karena kasus penistaan agama dianggap tidak memiliki
nilai jual tinggi sehingga hanya cukup ditampilkan pada rubik daerah saja. Adapun yang menjadi
input pembentuk frame SM adalah perspektif individu (pandangan wartawan dan redaktur) serta
kebijakan redaksi.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Kerusuhan, penistaan agama, framing
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Date Deposited: 01 May 2013 10:59
Last Modified: 01 May 2013 10:59
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/1199

Actions (login required)

View Item
View Item