Gunawan, Sumiyati and Endang S., V. Yenni and Timur, Haniti Mangku STABILITAS LERENG DAN BENDUNG PADA EMBUNG DI DS. NGAWU, KEC. PLAYEN, KAB. GUNUNG KIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (2017). [Research]
TS47708.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (22MB)
Abstract
Desa Ngawu, Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu daerah yang saat
kemarau selalu mengalami kekeringan. Selain masalah kekeringan Desa Ngawu memiliki jenis
tanah lempung lunak. Kendala tersebut membuat bergesernya buis beton ke tengah embung
saat pelaksanaan embung kecil terdahulu. Minimnya dana dalam proses pengerjaan embung
kecil tersebutlah yang menjadi penyebab perencanaan talud yang tidak maksimal. Upaya yang
dilakukan dalam memenuhi kebutuhan air di Desa Ngawu adalah membuat embung
memanjang. Dalam perencanaan embung memanjang didesain talud dan bendung yang aman
dari bahaya guling, geser, piping dan daya dukung tanah. Dalam perencanaan talud dan
bendung diperlukan data pengukuran lokasi dan parameter tanah untuk menganalisis
stabilitasnya. Sehingga dilakukan pengujian sondir, boring dan pengukuran pemetaan.
Perencanaan talud menggunakan bronjong (kawat yang dianyam dengan lubang segi
enam, sebagai wadah batu yang berfungsi sebagai penahan longsor). Batu yang digunakan
menggunakan batu pecah yang berada di lokasi dengan berat volume ± 20 kN/m3. Langkah
pertama perlu diketahui garis longsor kritis dengan menggunakan metode Fellinius. Setelah itu
didesain dimensi bronjong dan dianalisis stabilitasnya. Untuk data hidrologi berupa hasil
dimensi bendung, diambil data dari hasil Tugas Akhir Usfi Ula Kalwa (12 02 14450) yang
berjudul “Perencaaan Embung Memanjang Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Kabupaten
Gunung Kidul, Yogyakarta”.
Dari hasil analisis, maka diambil garis longsor dengan SF=2.54 , dasar bonjong pada
3,00m dari muka tanah. Stabilitas bronjong (SF) terhadap bahaya bahaya guling, geser,dan
daya dukung tanah adalah sebagai berikut 14.134 ; 2.99 ; dan 8.5.
Stabilitas bendung (SF), terhadap bahaya guling, geser, piping dan daya dukung tanah adalah
sebagai berikut 5.053 ; 2.0 ; 6 ; dan 3.9 , Sehingga dapat disimpulkan tidak diperlukan
perencanaan angker untuk menambah kekuatan stabilitas. Hal ini dikarenakan hasil analisis
stabilitas bronjong dan bendung sudah cukup aman
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Desa Ngawu, Bronjong dan Bendung, Stabilitas, Aman |
| Subjects: | Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 21 Apr 2017 08:19 |
| Last Modified: | 06 Mar 2025 02:13 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/11551 |
