Handoko, Luky and Jati, A. Wibowo Nugroho and Hariwibowo, Ign. Novianto PEMANFAATAN MATERIAL LIMBAH PABRIK GULA SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF PERBAIKAN TANAH UNTUK MENGURANGI EMISI CO2 PADA KONSTRUKSI PERKERASAN KAKU (2016). [Research]
TS86401.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (3MB)
Abstract
Ada banyak pekerjaan kontruksi bangunan Teknik Sipil yang melibatkan pengerukan tanah
sehingga menyisakan tanah berkadar air tinggi dalam jumlah besar, misalnya pengerukan alur
kapal di pelabuhan, penggalian terowongan dan saluran irigasi. Pengerukan tanah lunak untuk
keperluan konstruksi bangunan tersebut biasanya berkadar air tinggi dan memiliki kekuatan
yang sangat rendah sehingga tidak dimanfaatkan. Biasanya, tanah berkadar air tinggi tersebut
dibuang di tempat penampungan sebagai timbunan. Permasalahan muncul ketika volume tanah
yang harus dibuang melebihi kapasitas dari lokasi penampungan. Indonesia memiliki masalah
yang sama terkait dengan jumlah tanah dengan kadar air yang tinggi, yaitu Lumpur Sidoarjo.
Semburan lumpur Sidoarjo dimulai sejak tahun 2006. Tanggul setinggi 12 meter sudah
dibangun mengelilingi wilayah seluas 640 hektar untuk mencegah penyebaran lumpur tersebut.
Hingga saat ini, semburan lumpur masih terjadi dan jumlahnya sudah melebihi kapasitas
penampungan dari tanggul yang sudah dibangun. Solusi yang dilakukan saat ini adalah
mengalirkan lumpur menuju sungai Porong. Walaupun belum ada permasalahan lingkungan
yang terjadi, dampak negatif yang belum diketahui dari pembuangan lumpur ke sungai Porong
ini harus diminimalisir.
Penelitian ini ditujukan untuk menyelesaikan beberapa masalah penting di bidang geoteknik,
(1) berlebihnya limbah yang menyerupai tanah dan (2) penurunan tanah lunak karena beban
timbunan di atas tanah lunak, dan (3) pengurangan emisi CO2 akibat penggunaan semen untuk
konstruksi perkerasan kaku jalan raya di atas tanah lunak. Untuk mengatasi masalah tersebut di
atas dalam satu aplikasi, bahan timbunan dengan kekuatan yang tinggi dan massa jenis yang
rendah perlu dikembangkan dengan memanfaatkan lumpur Sidoarjo (Lusi) yang distabilisasi
dengan bahan pengikat. Material blotong yang dihasilkan oleh industry gula juga digunakan
dalam penelitian ini. Campuran antara Lusi yang berkadar air tinggi dengan bahan pengikat dan
blotong diharapkan menghasilkan Light-Cement Treated Clay (LCTC). Ikatan dari bahan
pengikat diharapkan dapat meningkatkan kekuatan Lusi sehingga dapat diaplikasikan sebagai
material konstruksi timbunan di atas tanah lunak. Berat volume dan nilai kuat tekan bebas dari
benda uji campuran Lusi, blotong dan semen didiskusikan dalam makalah ini.
Makalah ini menunjukkan berat volume dan kuat tekan bebas benda uji yang terbuat dari
Lumpur Sidoarjo (Lusi) yang dicampur semen dan blotong. Campuran tersebut bertujuan untuk
memproduksi material dengan kekuatan tinggi tetapi meiliki berat volume yang rendah (kurang
vii
dari 1,2 g/cm3). Benda uji dibuat dengan variasi kadar semen, c (20%, 30% dan 40%), rasio
volume rongga dan semen, Rv/c (30, 40 dan 50) dan kadar degradasi blotong, n (0%, 25% dan
50%). Berat volume dan kuat tekan dari masing-masing benda uji setelah tiga hari dari waktu
perawatan dipresentasikan dalam Makalah ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
berat volume benda uji bervariasi antara 1,206 – 1,311 g/cm3. Kuat tekan bebas tertinggi
mencapai sekitar 41,75 kN/m3 kPa didapat dengan mengatur c=20%, m=50% dan Rv/c=30.
Secara teoritis, berat volume benda uji berkurang dengan meningkatnya kadar air. Namun,
akurasi prediksi untuk menentukan berat volume benda uji pada kadar air tinggi lebih rendah
pada kadar air rendah. Penambahan blotong ke dalam campuran benda uji meningkatkan
kekuataan benda uji pada kondisi c dan Rv/c yang sama.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Sipil > Geo Teknik Sipil > Geo Teknik |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 21 Apr 2017 07:33 |
| Last Modified: | 05 Mar 2025 02:55 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/11550 |
