ANGGRIAWAN, EVELINE NATALIA (2017) KAJIAN DAYA SAING KONTRAKTOR MENENGAH DAN KONTRAKTOR KECIL DI INDONESIA. S2 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0MTS02359.pdf

File Pdf (29MB)
Text (Bab I)
1MTS02359.pdf

File Pdf (295kB)
Text (Bab II)
2MTS02359.pdf

File Pdf (70kB)
Text (Bab III)
3MTS02359.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (272kB)
Text (Bab IV)
4MTS02359.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (766kB)
Text (Bab V)
5MTS02359.pdf

File Pdf (1MB)

Abstract

Di Indonesia, industri konstruksi dianggap sebagai salah satu industri yang
paling menarik dan menjanjikan. Jumlah total kontraktor nasional di Indonesia
hingga tahun 2016 adalah kontraktor kecil sebesar 87%, kontraktor menengah
sebesar 12%, dan kontraktor besar sebesar 1%. Pada tahun 2015 sebanyak 85% nilai
pasar konstruksi Indonesia dikuasai oleh kontraktor besar sedangkan sisanya
sebesar 15% nilai pasar konstruksi diperebutkan oleh kontraktor menengah dan
kecil. Keadaan ini menyebabkan persaingan usaha di pasar konstruksi kualifikasi
menengah dan kecil ini menjadi sangat ketat. Pasar konstruksi di Indonesia masih
didominasi oleh badan usaha berkualifikasi besar yang jumlahnya hanya satu
persen dari seluruh badan usaha jasa konstruksi. Hal ini menjadi sebuah persoalan
bagaimana meningkatkan kelas badan usaha jasa konstruksi (kontraktor) menengah
dan kecil menjadi badan usaha berkualifikasi besar agar dapat memiliki daya saing
dan dapat bertahan hidup di era yang sangat kompetitif ini.
Responden dalam penelitian ini adalah para pimpinan perusahaan
kontraktor menengah dan kontraktor kecil yang berada di daerah Yogyakarta,
Klaten, Surakarta, Magelang, Semarang, Tegal, Cirebon, Jakarta, Banten, Bekasi,
Sumba Timur, dan Saumlaki (Maluku Tenggara Barat). Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui karakteristik perusahaan kontraktor menengah dan
kontraktor kecil di Indonesia, mengetahui mapping perusahaan kontraktor
menengah dan perusahaan kontraktor kecil di Indonesia berdasarkan karakteristik
dan daya saing perusahaan, mengetahui perbedaan daya saing kontraktor menengah
dan kontraktor kecil berdasarkan tingkat pendidikan penanggungjawab teknik
badan usaha, dan mengetahui perbedaan daya saing kontraktor menengah dan
kontraktor kecil berdasarkan sertifikat yang dimiliki oleh penanggungjawab teknik
badan usaha.
Karakteristik perusahaaan kontraktor menengah dan kontraktor kecil
dikelompokkan sesuai dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan faktor
personalia/ sumber daya manusia, faktor keuangan, faktor pengalaman kerja, dan
faktor peralatan. Berdasarkan peta positioning menunjukkan 26 perusahaan
kontraktor menengah dan 17 perusahaan kontraktor kecil dibagi menjadi empat
kelompok berdasarkan kemiripan karakteristiknya. Tidak terdapat perbedaan daya
saing berdasarkan tingkat pendidikan penanggungjawab teknik badan usaha
perusahaan kontraktor menengah dan kontraktor kecil. Tidak terdapat perbedaan
daya saing berdasarkan sertifikat yang dimiliki penanggungjawab teknik badan
usaha perusahaan kontraktor menengah. Terdapat perbedaan daya saing dalam hal
metode kerja dan manajemen proyek antara perusahaan kontraktor kecil yang tidak
memiliki sertifikat dengan perusahaan kontraktor kecil yang memiliki SKA, serta
terdapat perbedaan daya saing dalam hal metode kerja dan manajemen proyek
antara perusahaan kontraktor kecil yang memiliki SKA dengan perusahaan
kontraktor kecil yang memiliki SKA dan SKT.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: industri konstruksi, daya saing, karakteristik, SKA, SKT
Subjects: Magister Teknik Sipil > Manajemen Konstruksi
Divisions: Pasca Sarjana > Magister Teknik Sipil
Date Deposited: 28 Feb 2017 07:14
Last Modified: 28 Feb 2017 07:14
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/11281

Actions (login required)

View Item
View Item