Mursyanti, Exsyupransia Induksi Pembentukan Embrio Somatik Anggrek Phalaenopsis “Sogo Vivien” Dengan Penyisipan Gen AtRKD4 (2016). [Research]
BL32304.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (8MB)
Abstract
ABSTRAK
Salah satu kendala dalam budidaya anggrek adalah sedikitnya jumlah anakan yang
dihasilkan dari perbanyakan konvensional melalui keiki atau bulb atau biji. Perbanyakan anggrek
yang diinduksi dari sel sel soma melalui introduksi gen penginduksi somatik embriogenesis telah
banyak dilakukan. Salah satu gen kunci dalam pembentukan pola awal embriogenesis somatik
terutama pada tahap elongasi embrio adalah RWP-RK Domain-containing4 (RKD4) yang
diisolasi dari Arabidopsis thaliana. Overekspresi gen tersebut pada Arabidopsis terbukti dapat
mengiduksi pembentukan embrio somatik, namun pada tanaman anggrek belum pernah
dilakukan. Overekspresi gen tersebut pada tanaman anggrek diharapkan dapat menjadi solusi
untuk perbanyakan tanaman anggrek secara cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan
mendapatkan medium yang cocok untuk pertumbuhan protokorm sebagai target transformasi,
mendapatkan waktu infeksi yang tepat untuk transformasi, dan menyisipkan serta menganalisis
overekspresi gen AtRKD4 pada genom Anggrek Phalaenopsis “Sogo Vivien”.
Transformasi gen dilakukan dengan bantuan Agrobacterium tumefaciens, yang
mengandung plasmid pembawa T-DNA yang mengandung sistem glucocorticoid inducible
element, pada protokorm anggrek. Upaya untuk mendapatkan protokorm sebagai target
transformasi, dilakukan dengan optimasi medium pertumbuhan, yaitu NP, VW dan MS. Untuk
meningkatkan frekuensi transformasi dilakukan optimasi waktu infeksi, yaitu 0, 30 menit, 1,2,
dan 3 jam. Analisis Frekuensi transformasi dilakukan dengan seleksi pada medium New
Phalaenopsis (NP) yang mengandung 10 mg.L-1 higromicin. Analisis penyisipan gen dilakukan
melalui amplifikasi gen AtRKD4 dengan teknik PCR untuk menghitung efisiensi transformasi.
Analisis ekspresi gen AtRKD4 dilakukan dengan menganalisis mRNA yang dihasilkan tanaman
transforman setelah diinduksi dengan dexamethasone (DEX). Analisis fenotip dilakukan dengan
mengamati struktur anatomi dan pembentukan embrio somatik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa medium NP adalah medium yang sesuai untuk
pertumbuhan protokorm P.”Sogo Vivien” dibandingkan dengan medium VW dan MS. Biji yang
ditanam pada medium NP menunjukkan 5 fase perkembangan embrio, dan dipilih embrio pada
fase antara 2 dan 3 karena bersifat meristematik dan belum terjadi diferensiasi. Transformasi gen
AtRKD4 dalam konstruksi 35S::GAL4::AtRKD4::GR menghasilkan efisiensi transformasi rata
rata sebesar 0,63%. Konfirmasi keberadaan transgen dengan metode PCR menunjukkan bahwa
kandidat transforman positif membawa AtRKD4 dan HPT. Waktu infeksi 1 jam memberikan
nilai frekuensi transformasi tertinggi. Overekspresi gen dapat dilihat dari keberadaan mRNA
AtRKD4 pada daun dan batang tanaman transforman setelah diinduksi dengan DEX, struktur
anatomi yang memperlihatkan pembentukan embrio somatik pada potongan daun transforman,
dan pembentukan embrio somatikpada potongan daun kandidat transforman yang ditanam pada
medium NP tanpa hormon. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa
pembentukan embrio somatik dapat diinduksi dari potongan daun dan batang P. “Sogo Vivien”
kandidat transforman yang diinsersi dengan gen AtRKD4 melalui perantara A. tumefaciens
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | somatik embriogenesis, AtRKD4, overekspresi, transformasi |
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Lingkungan |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 09 Feb 2017 10:20 |
| Last Modified: | 05 Mar 2025 04:08 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/11116 |
