HERLAMBANG, ANDREAS ARIANDRA (2016) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GALERI WAYANG KULIT KI ANOM SUROTO DI SURAKARTA. S1 thesis, UAJY.

[thumbnail of Halaman Judul] Text (Halaman Judul)
0TA14164.pdf

Download (859kB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
1TA14164.pdf

Download (475kB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
2TA14164.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
3TA14164.pdf

Download (938kB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
4TA14164.pdf
Restricted to Registered users only

Download (848kB)
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
5TA14164.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Bab VI] Text (Bab VI)
6TA14164.pdf

Download (1MB)

Abstract

Galeri Wayang Kulit Ki Anom Suroto merupakan sebuah galeri seni yang
berusaha mengenalkan seni pewayangan secara umum dan sosok ki Anom Suroto
beserta karya-karyanya kepada para para pengunjung. Ki Anom Suroto adalah seorang
dalang yang berasal dari Kota Surakarta yang cukup dikenal dikalangan para pedalang
dan masyarakat Kota Surakarta. Banyak karya-karya yang dihasilkan olehnya yang
sudah dipentaskan diluar negeri dan mendapat pengakuan dari berbagai pihak.
Galeri Wayang Kulit Ki Anom Suroto diadakan dengan tujuan agar dapat
menjadi media pembelajaran bagi para pelajar dan menarik minat para wisatawan baik
domestik maupun asing untuk mengenal kesenian tradisional masyarakat Jawa, yaitu
Wayang Kulit. Selain itu, diharapkan warga Kota Solo sendiri dapat semakin mengenal
dan menghargai seniman lokalnya yang sudah mendunia.
Wayang Kulit adalah boneka yang terbuat dari kulit kerbau yang dikemas
sedemikian rupa sehingga menjadi suatu tontonan yang amat menarik dan sering
digunakan sebagai media pengajaran agama maupun pengenalan nilai-nilai kepribadian
bangsa kepada masyarakat. Oleh sebab itu, seni wayang kulit harus tetap dilestarikan
sebab selain merupakan warisan nenek moyang, wayang kulit juga banyak mengandung
nilai-nilai moral yang dapat menjaga identitas bangsa.
Galeri ini memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh galeri lain. Yang
pertama adalah desainnya merepresentasikan nilai keutamaan yang terkandung dalam
singgat lakon Semar Maneges karya Ki Anom Suroto. Ada 5 nilai utama yang dapat
ditemukan pada lakon ini, yaitu ketegasan, keuletan, keberanian, fokus dan konsisten
serta peercaya diri. Semua nilai-nilai ini ditransformasikan pada desain dalam bentuk
pos-pos yang dapat dinikmati secara linear dari pos 1 ke pos berikutnya. Yang kedua
adalah sitenya terletak dekat dengan stasiun Purwosari dan dekat dengan Batik Solo
trans, sehingga aksesnya sangat mudah.
Galeri ini menggunakan pendekatan arsitektur neo vernakular. Arsitektur neo
vernakular merupakan salah satu gaya dari aliran Post-modern yang dikemukakan oleh
Charles Jencks dalam bukunya Language of Post-modern Architecture. Gaya lain yang
termasuk dalam aliran post-modern selain Arsitektur neo vernakular adalah straight
revivalism, adhocism + urbanist = contextual, methaphor and methaphisics dan
postmodern. Asitektur neo vernakular merupakan bentuk baru dari arsitektur vernakular
yang menjunjung tinggi nilai lokalitas yang disesuaikan dengan perkembangan dalam
dunia arsitektur. Dengan kata lain merupakan arsitektur yang tidak menekankan kepada
lokalitas yang ada secara murni, namun mengangkat nilai ekspresi visual lokal yang
ditampilkan dalam bentuk yang baru.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Galeri, Wayang Kulit, Semar Maneges, Ki Anom Suroto, Arsitektur Neo Vernakular, Post-modern
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 30 Jan 2017 07:57
Last Modified: 30 Jan 2017 07:57
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/11015

Actions (login required)

View Item
View Item