Siswantoro, A. Teguh and Purbadi, Y. Djarot and Nuswantoro, Ranggabumi MODEL DIALOG LINTAS IMAN KOMUNITAS BERAGAMA PAROKI KUMETIRAN YOGYAKARTA: KAJIAN MODEL DIALOG LINTAS IMAN BERDASARKAN STUDI PUSTAKA & PEMETAAN SOSIAL YANG DILAKUKAN DI PAROKI KUMETIRAN YOGYAKARTA (2016). [Research]
TI46401.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
Abstract
Hubungan antaragama dan kepercayaan merupakan entitas yang aktif dan menuntut
komitmen dari pihak-pihak yang ada di dalamnya. Hubungan ini bukan hubungan “jatuh
gratis dari langit” tetapi sebuah hubungan yang dinamis, berubah setiap saat, dan menuntut
perbaruan baik orang/komunitas yang terlibat, cara, maupun metodenya. Dialog lintas iman
telah menjadi sarana yang efektif dari waktu ke waktu untuk merajut hubungan persaudaraan
antaragama dan kepercayaan tersebut.
Dialog lintas iman yang telah dilakukan, termasuk di Paroki Kumetiran, adalah dialog
secara fisik yakni bertemunya pihak-pihak berbeda agama dan kepercayaan dalam suatu
ruang dan waktu untuk melakukan dialog. Substansi yang didialogkan menyangkut kejadian
atau peristiwa penting yang ada di wilayah Paroki Kumetiran, atau agenda-agenda penting
yang membutuhkan kebersamaan antarumat beragama (misalnya pilkada, pemilu).
Realitas tersebut makin hari makin kompleks. Radikalisme yang merajalela, sikap
intoleran, telah menciderai kehidupan antarumat beragama. Gereja Katolik sendiri dalam
Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS) yang berlaku 2015-2035
mengemukakan misinya bahwa persaudaraan sejati harus dibangun sejak awal melalui salah
satunya dialog lintas iman. Oleh karena kehidupan umat beragama (termasuk Gereja Katolik)
semakin berdinamika, maka perlu dicari cara, bentuk, dan metode baru berbasis teknologi
untuk aktivitas dialog lintas iman.
Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa dialog lintas iman setidaknya
memiliki 2 (dua) model yakni model masyarakat sipil dan model pemerintah. Masing-masing
model memiliki karakter yang berbeda-beda satu sama lain, terutama menyangkut aktor
dialog, proses/metode dialog, serta capaian dialog. Model masyarakat sipil cenderung
berfokus pada dialog para aktivis lintas agama, bertema kemanusiaan, serta mendiskusikan
hal-hal yang bersifat komplementer. Dialog berfokus pada ekspresi iman masing-masing
agama dalam wujud budaya, yang tidak hanya berupa diskusi tetapi juga laku budaya yang
disesuaikan dengan karakter budaya lokal dimana komunitas agama itu berada. Poin terakhir
inilah yang menjadi temuan penelitian, yakni model dialog berbasis komunitas agama, dalam
hal ini komunitas agama yang ada di Paroki Kumetiran. Sedangkan model pemetintah
cenderung formal, melibatkan pemuka-pemuka agama, dan biasanya dilakukan pada saat hari
besar salah satu agama.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Teknik Industri > Sistem Kerja |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri |
| Date Deposited: | 12 Jan 2017 07:59 |
| Last Modified: | 05 Mar 2025 02:41 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/10949 |
