ESTIKA, NITA DWI (2016) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN DUSUN BUTUH, TEMANGGUNG, KALIANGKRIK SEBAGAI SUBBAGIAN KAWASAN AGROPOLITAN SUMBING MAGELANG, JAWA TENGAH. S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0TA14130.pdf

File Pdf (1MB)
Text (Bab I)
1TA14130.pdf

File Pdf (319kB)
Text (Bab II)
2TA14130.pdf

File Pdf (443kB)
Text (Bab III)
3TA14130.pdf

File Pdf (3MB)
Text (Bab IV)
4TA14130.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (334kB)
Text (Bab V)
5TA14130.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (9MB)
Text (Bab VI)
6TA14130.pdf

File Pdf (4MB)

Abstract

Wilayah Indonesia 45% berupa perbukitan dan pegunungan sehingga praktik
budidaya pertanian di lahan pegunungan memiliki posisi strategis. Kawasan Agropolitan
Sumbing Magelang merupakan upaya pemerintah untuk mendorong kegiatan sektor
pertanian di wilayah perdesaan. Dusun Butuh masuk dalam prioritas satu dalam
pengembangan wilayah, dan berkedudukan sebagai PPL (Pusat Pelayanan Lingkungan).
PPL berperan sebagai pusat pelayanan permukiman skala desa, sehingga menempatkan
bidang kawasan permukiman sebagai prioritas dan pedekatan desain dalam
pengembangan Dusun Butuh merupakan idealisasi yang sesuai.
Perencanaan makro wilayah Dusun Butuh mengacu pada sistem wilayah
agropolitan serta elemen pembentuk dan kualitas desain kawasan Hamid Shirvani, yaitu
untuk meningkatkan aksesibilitas dan livabilitas Dusun Butuh. Dusun Butuh terbagi
menjadi empat wilayah pengelolaan : (1) area lahan pertanian, (2) area permukiman, (3)
area pengolahan dan industri, dan (4) area pusat prasarana dan pelayanan umum.
Transformasi sistem wilayah tersebut terhadap kegiatan berbasis agropolitan di Dusun
Butuh mencakup kegiatan agribisnis, agroindustri, agrowisata, dan jasa penunjang.
Perencanaan dan perancangan mikro wilayah Dusun Butuh pada kelompok
kegiatan jasa penunjang, berupa Balai Pelayanan Dusun Butuh (Balai Pelayanan). Balai
Pelayanan mewadahi empat kelompok kegiatan ; (1) Lembaga Pendidikan, Penyuluhan,
dan Pelatihan, (2) Lembaga Penelitian dan Pengembangan, (3) Lembaga Perekonomian,
dan (4) Prasarana Operasional Penunjang. Sasaran Pengguna Balai Pelayanan adalah
penduduk Dusun Butuh dan sekitar Dusun Butuh. Sistem pengembangan Balai Pelayanan
berfokus pada program pengembangan jenis tanaman budidaya ; paprika, asparagus,
pare, dan petai. Pengelolaan Balai Pelayanan melibatkan Kelompok Tani “Utama,
Kelompok Wanita Tani “Utama”, dan Garda Atas Awan yang sudah ada di Dusun Butuh.
Perancangan Balai Pelayanan Dusun Butuh yang berwawasan kawasan
permukiman dicapai dengan penyediaan perpustakaan, taman lingkungan, dan
perancangan bangunan yang mempertimbangkan kualitas compatibility – views dengan
pengolahan pada elemen building form and massing dan signage. Building form and
massing mengolah unsur massing, skala-ketinggian, gaya-bentuk, pecahayaan, dan
material-finishing. Elemen signage diterapkan dengan penggunaan direct signage.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Pertanian, Agropolitan, Dusun Butuh, Kawasan Permukiman, Balai Pelayanan
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 28 Nov 2016 07:32
Last Modified: 28 Nov 2016 07:32
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/10828

Actions (login required)

View Item
View Item