Wismahaksi, Titus Pandu (2016) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SEKOLAH EKSPERIMENTAL DI BANTUL, YOGYAKA RTA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENDEKATAN SOCIAL INTERACTION UNTUK MEMBENTUK VILLAGE AS SCHOOL - SCHOOL AS VILLAGE. .. pp. 1-11. ISSN .
JURNAL.pdf
File Pdf (4MB)
Abstract
Ibarat laboratorium yang mewadahi peneliti bereksperimen, Sekolah Eksperimental
memiliki tujuan utama menciptakan suasana belajar yang kondusif dalam menerapkan metode
belajar “eksperimental”. Sekolah Eksperimental adalah lembaga pendidikan yang menerapkan
proses non-tradisional dalam metode pengajaran, kurikulum, dan manajemen kelas. Sekolah
Eksperimental yang dimaksud dalam penelitian ini adalah satu bentuk alternatif dari pendidikan
dasar secara formal dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama.
Pendidikan eksperimental muncul sebagai reaksi atas anggapan kurang tepatnya
penerapan kurikulum nasional. Pelajaran yang tidak kontekstual terhadap lingkungan tempat
tinggal merangsang proses berpikir anak yang terfragmentasi. Penyeragaman sistem pendi-dikan
modern ini akan mengarahkan masyarakat untuk mengalami krisis sosial, antara lain kehilangan
identitas, kegoncangan nilai tradisional, dan keretakan pola hidup; kesemuanya itu membawa
masyarakat ke dalam kebingungan dan ketidakpastian. Sehingga terasalah kebutuhan melacak akar
berbagai unsur kebudayaan seperti etika, etiket, dan pandangan hidup yang merupakan faktor
substansial penentu pola kelakuan. Oleh karena itu, Sekolah ini meng-angkat kebudayaan sebagai
landasan pendidikan eksperimentalnya.
Village as School – School as Village, merupakan implementasi pragmatis pendidikan
berbasis kebudayaan. Metode peleburan sekolah ke dalam perdesaan tradisional ini harapannya
mampu mengakomodasi proses transfer knowledge yang tidak hanya secara teoretis namun secara
praktik gaya hidup yang konkret. Untuk mengoptimalkan proses transfer knowledge tersebut,
perancangan Sekolah Eksperimental ini menggunakan pendekatan Social Interaction.
Proses interaksi sosial antara peserta didik dengan masyarakat setempat dipicu dengan
mengolah beberapa hal yang terkait dengan perancangan lingkungan buatan, yaitu functional
distance, functional centrality, privacy control, dan architectural unity. Dengan memperhati-kan
keempat aspek ini, diharapkan dapat menunjang proses internalisasi dan eksternalisasi – proses
aliran sikap dan nilai yang masuk ke pribadi individu dan keluar daripadanya – pada diri peserta
didik sehingga etika, etiket, dan pandangan hidup tradisional yang penuh ethos dapat mendarahdaging
pada setiap pribadi.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sekolah Eksperimental, Village as School – School as Village, Social Interaction |
| Subjects: | Arsitektur > Lingkungan Kawasan Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 10 Nov 2016 08:31 |
| Last Modified: | 10 Nov 2016 08:31 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/10751 |
