ASMARA, PATRIA YUDHA (2016) PENGARUH VARIASI KADAR SILICA FUME TERHADAP SIFAT MEKANIK SELF-COMPACTING FIBRE REINFORCED CONCRETE (SCFRC). S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0TS14441.pdf

File Pdf (4MB)
Text (Bab I)
1TS14441.pdf

File Pdf (646kB)
Text (Bab II)
2TS14441.pdf

File Pdf (818kB)
Text (Bab III)
3TS14441.pdf

File Pdf (495kB)
Text (Bab IV)
4TS14441.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text (Bab V)
5TS14441.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (883kB)
Text (Bab VI)
6TS14441.pdf

File Pdf (19MB)

Abstract

Self-Compacting Concrete (SCC) adalah jenis beton yang mampu
mengalir dan memadat secara mandiri. Sebagaimana sifat beton yang lain, SCC
memiliki kekuatan yang baik dalam menahan gaya tekan namun bersifat getas dan
sangat lemah dalam menahan gaya tarik. Untuk memperbaiki karakteristik
tersebut, dapat dilakukan dengan cara menambahkan serat serta silica fume pada
saat pengadukan beton segar. Penambahan serat polypropylene telah terbukti
mampu meningkatkan kuat tarik dan lentur beton, sedangkan penambahan silica
fume sebagai filler dan pozzolan pada beton serat memadat mandiri ini diharapkan
dapat menjadikan beton memiliki tingkat kepadatan yang tinggi.
Penelitian ini akan menguji pengaruh serat serta variasi kadar silica fume
terhadap karakteristik beton segar dan sifat mekanik Self-Compacting Fibre
Reinforced Concrete (SCFRC). Variasi kadar silica fume yang digunakan sebesar
0%, 5%, 10%, dan 15% sebagai substitusi semen. Benda uji yang dipakai
berbentuk silinder berdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm untuk pengujian kuat
tekan, silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tarik
belah, serta balok beton berukuran 10 cm x 10 cm x 50 cm untuk pengujian kuat
lentur murni. Seluruh pengujian sifat mekanik dilakukan pada saat umur beton 28
hari. Selain itu, dilakukan juga pengujian beton segar untuk mengetahui
karakteristik beton SCC yang meliputi pengujian filling ability, passing ability,
dan viscosity.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variasi yang diuji memenuhi
ketiga karakteristik beton segar SCC. Hasil pengujian kuat tekan beton SCC tanpa
serat, dan SCFRC dengan kadar 0%, 5%, 10%, serta 15% berturut-turut adalah
40,23 MPa, 33,07 MPa, 41,06 MPa, 50,38 MPa, dan 44,29 MPa. Hasil pengujian
kuat tarik belah beton SCC tanpa serat, dan SCFRC dengan kadar 0%, 5%, 10%,
serta 15% berturut-turut adalah 3,39 MPa, 3,70 MPa, 3,62 MPa, 4,10 MPa, dan
3,79 MPa. Hasil pengujian kuat lentur beton SCC tanpa serat, dan SCFRC
dengan kadar 0%, 5%, 10%, serta 15% berturut-turut adalah 4,04 MPa, 4,20 MPa,
5,05 MPa, 6,11 MPa, dan 6,01 MPa. Variasi kadar silica fume yang paling
optimal pada penelitian ini adalah dengan penambahan 10% silica fume sebagai
substitusi semen. Hal ini terbukti dengan terjadi peningkatan terbesar pada kuat
tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur SCFRC

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: self-compacting concrete, beton serat, polypropylene, silica fume, superplasticizer, karakteristik beton segar, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 21 Oct 2016 12:39
Last Modified: 21 Oct 2016 12:39
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/10545

Actions (login required)

View Item
View Item